Jujur aku pernah mempunyai Perasaan ini...
Ya...
Aku pernah mempunyai niat untuk Selingkuh...
Bukan karena "Sex" tapi lebih ke "Rasa"
Kejenuhan...
Merasa tidak Jodoh...
Merasa selalu Salah dihadapan Istriku...
Dan setelah mengalami semua perasaan yang seharusnya tidak ada itu, hubunganku menjadi semakin jauh, seperti ada tembok tebal yang menghalangi hubungan komunikasiku dengan Istriku...
Aku berdoa, "Tuhan aku ngga mau mengecewakan Istri dan Anakku, aku mau setia sampai ajal menjemputku nanti."
tetapi apa yang terjadi....
Hubungan kami tambah ngga karuan, aku sudah merasa tidak nyaman lagi untuk berada didekat Istriku.
Dan di saat yang hampir bersamaan ada seseorang yang begitu "Perhatian", Selalu membuatku tersenyum dan segala sesuatu yang membuatku merasa nyaman dengan kehadirannya.
Mulanya sih biasa saja, kami saling curhat, saling memberikan nasehat untuk kebaikan Keluarga kami masing-masing. Seiring dengan berjalannya sang waktu, hubungan kami pun semakin dalam dan melibatkan perasaan.
Merasa kehilangan jika dia tidak ada.
Kemudian kesadaranku dibawa, bahwa Kesetiaanku sedang diuji.
Bahwa jika berdoa yang berhubungan dengan sikap hati, itu juga yang akan didatangkan untuk memunculkan sikap hati tersebut.
misal ketika kita berdoa memohon Kesabaran, kita akan dibawa ke situasi yang tidak membawa kita ke dalam Kesabaran (menurut kita). Tapi bagi Tuhan yang sebenarnya sudah memberikan benih sabar di hati kita, itu malah baik adanya, karena dengan adanya masalah, orang-orang yang menjengkelkan dsb, benih itu akan tumbuh dan memunculkan Karakter Sabar kita. Begitu juga dengan Kesetiaan.
Dalam lamunan aku berpikir, badai kali ini sungguh membingungkan dan terasa sangat manis.
Aku merasa bersalah ketika berkumpul bersama Istri dan Anakku...
Terlebih dihadapan Tuhan...
Teringat kisah Raja Daud
Dia telah berperang dan membunuh orang, Istri dan selirnya pun banyak, Tuhan seolah-olah tidak terusik dengan sikapnya itu.
Tetapi ketika ia berselingkuh dengan Istri salah seorang Perwiranya, Tuhan menghukum nya sampai ke beberapa keturunannya.
Daud minta ampun kepada Tuhan dan Tuhan mengampuninya, tetapi hukuman tetap dijalankan. (Anak-anak berontak, Istri-istrinya ditiduri orang laen, anak kena tulah dan akhirnya mati)
Hukum Tuhan yang diberikan kepada Nabi Musa pun berkata
" Jangan mengingini istri sesamamu dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu" Ulangan 5:21
"Dan janganlah engkau bersetubuh dengan istri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia" Imamat 18:20
Jelas bahwa Selingkuh bukan hanya Dosa tetapi disebut JAHAT DIMATA TUHAN dengan mengetahui itu semua aku menjadi takut untuk Berselingkuh.
Bukan karena egoku yang takut dan mendapat malu, tetapi karena aku tidak mau melihat orang-orang yang aku sayangi mengalami hal-hal buruk hanya karena pemuasan egoku.
Dan aku pun sujud dihadapan TUHAN memohon ampun karena aku berpikiran dan berhasrat seperti itu sekaligus meminta kepadaNYA untuk memberikan Hikmat untuk menyelesaikan Permasalahan Hubungan antara aku dan istriku.
Dan aku juga memohon kepadaNYA untuk memberikan waktu yang pas, mood yang baik untuk membicarakan hal ini kepada istriku, dan Tuhan pun menjawabnya....
Di waktu yang telah disediakan Tuhan, aku mulai membicarakan hal ini dan mengakui semuanya di hadapan istriku dan tidak lupa aku tetap meminta bantuan dan tuntunanNYA.
Dan Puji Tuhan semuanya lancar...
Cinta kami pun kembali seperti semula...
Bersama Tuhan semua bisa teratasi...
Bersama Tuhan semua tembok penghalang yang membatasi telah dirobohkan....
Hikmat
Jika ada masalah dengan pasanganmu, lebih baik dibicarakan, lepaskan pengampunan, minta ampun jika kita yang salah. Mungkin akan terasa kaku tetapi kembalilah berbicara, buka kembali komunikasi.
Perselingkuhan dan membalas Perselingkuhan dengan Perselingkuhan, bukanlah jalan keluar. Dosa tidak bisa diselesaikan dengan dosa, tetapi dengan Kebenaran.
Balas Kejahatan dengan Kebaikan??!! Orang akan berkata " Itu mah goblok!", tetapi biarlah apa kata orang, yang pasti ingatlah Firman Tuhan. FirmanNYA sangat jelas dan tegas melarang perselingkuhan.
Banyak sekali alasan kenapa orang berselingkuh tetapi kesimpulannya ada 2 sebab dari keinginan berselingkuh kalo tidak masalah Sex ya masalah Hati.
Perselingkuhan memang asik seperti orang pacaran lagi ada rasa berdebar-debar yang menggairahkan. Menikmati karena dicintai, karena diterima dan merasa bahagia. Dan Sex itu nikmat.
Dosa adalah dosa, dan kita harus tegas dengan dosa walo itu terasa nikmat.
Batasi, jaga jarak dan menjaga 'keakraban' dengan wanita
Sadari jika mulai ada sinyal-sinyal pencobaan(sudah mendekati selingkuh, sudah mulai intim) mulailah mengurangi hubungan dan hindari pertemuan. Tetapi jika memang harus ada hubungan seperti bisnis dsb, katakan dengan tegas bahwa kita bersahabat saja dan tidak lebih dari itu.
Satu lagi jika orang tidak selingkuh karena takut akan TUHAN, maka suatu saat bisa saja selingkuh. Kenapa? karena ada saatnya tidak kuat, hidup demi 'nama baik' demi 'citra'.
Aku pun menemukan alasan terkuat kenapa aku tidak selingkuh yaitu karena aku "Mencintai" istriku.
Cinta membuat Sukacita dan Sukacita itu kekuatan hidup.
Karena Cinta seperti Tumbuhan, maka Cinta itu harus dipupuk, dirawat dan dijaga
Kedua alasan mengapa tidak selingkuh diperlukan dan saling memperkuat.
" Ada saatnya orang tidak terlalu percaya Firman TUHAN, maka CINTA menjadi kekuatan Pernikahan. Ada saatnya CINTA melemah, maka Firman TUHAN dan rasa takut akan TUHAN menjadi fondasi yang kuat."
Selamat Berjuang !!
Selamat menempuh Hidup Baru !!
Tuhan memberkati sekarang dan sampai selama-lamanya !!
RooM
5/5/10
Selasa, 22 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar